Daging Merah Dapat Menimbulkan Reaksi Racun Pada Tubuh

Daging merah sudah dihubungkan dengan kanker saat beberapa puluh tahun. Tetapi, untuk pertama kali, beberapa ilmuwan temukan apakah yang mengakibatkan dampak itu.

Awal mulanya, beberapa penelitian memberikan indikasi makan daging babi, sapi atau kambing dalam jumlahnya besar tingkatkan resiko tumor yang mematikan.

Dalam penelitian paling baru, beberapa ilmuwan temukan badan melihat daging merah menjadi penyusup asing serta menyebabkan tanggapan kebal beracun.

Sampai kini, beberapa periset dibikin bingung dengan bagaimana mamalia lainnya dapat mengonsumsi diet tinggi daging merah tiada alami konsekuensi kesehatan. Nah, saat ini mereka temukan jika daging babi, sapi serta kambing memiliki kandungan senyawa gula yang dengan alamiah di produksi karnivora, tetapi bukan manusia.

Itu berarti, saat manusia mengonsumsi daging merah, badan menyebabkan tanggapan kebal pada gula asing, dengan menghasilkan anti-bodi yang menyebabkan peradangan serta selanjutnya kanker. Pada karnivora, skema kebal tidak terpicu sebab gula—yang dimaksud Neu5Gc—sudah ada pada badan mereka.

Ilmuwan di University of California menunjukkan jika tikus yang dengan genetik direkayasa hingga mereka tidak menghasilkan Neu5Gc dengan alamiah meningkatkan tumor saat mereka dikasih pakan gula itu.

“Ini adalah kali pertama kami secara langsung memperlihatkan bahwa meniru situasi tepat manusia meningkatkan kanker spontan di tikus. Bukti akhir pada manusia akan lebih sulit dimunculkan. Riset ini bisa membantu menjelaskan koneksi potensial konsumsi daging merah terhadap penyakit lain yang disebabkan peradangan kronis seperti atherosclerosis dan diabetes tipe 2. Tentu saja, jumlah daging merah yang wajar bisa menjadi sumber nutrisi yang baik untuk orang muda. Kami harap kajian kami ini bakal membawa solusi praktis,” papar Ajit Varki, dosen Medicine and Cellular and Molecular Medicine di University of California, seperti dikutip The Daily Telegraph.

Daging merah ialah sumber protein, vitamin serta mineral yang baik. Tetapi penelitian memberikan indikasi, mengkonsumsi yang terlalu berlebih jelek buat kesehatan periode panjang.

Ahli kesehatan mereferensikan mengkonsumsi tidak lebih dari 70 gr daging merah /hari. Jumlahnya ini sama juga dengan tiga potong ham, satu potong daging kambing atau dua potong daging sapi bakar /hari.

Satu analisis yang dipublikasian Harvard University pada Juni lantas memberikan indikasi diet tinggi daging merah tingkatkan resiko kanker payudara pada wanita sampai 22%.

Analisis pada 2005 temukan mereka yang dengan teratur konsumsi 160 gr daging merah satu hari beresiko sepertiga kali tambah tinggi terserang kanker usus besar.

Penelitian awal mulanya pun memberikan indikasi satu pigmen dalam daging merah dapat juga mengakibatkan kerusakan DNA yang berkaitan skema pencernaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*