Makanan Atau Minuman Tidak Manis Mengandung Gula Tersembunyi

Makanan atau minuman yang tidak manis bisa memiliki kandungan gula tersembunyi pemicu gigi berlubang. Sayang, kesadaran penduduk akan kedatangan gula tersembunyi dalam minuman dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari masih tetap rendah hingga komsumsi gula jadi berlebihan.

Bahkan juga, Survey Mengkonsumsi Makanan Individu (SKMI) Indonesia tahun 2014 mengatakan jika sekitar 29,7% penduduk Indonesia konsumsi gula harian melewati batas referensi World Health Organization (WHO) yakni 50 gr /hari untuk dewasa serta 30 gr /hari untuk anak yang berarti kurang dari 10% dari keseluruhan konsumsi daya.

“Gula tersembunyi ini bisa hadir sebagai tambahan dalam makanan olahan maupun secara alami di dalam bahan makanan,” ujar Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., mdsc selaku Division Head for Health & Welbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia saat acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 di Aston Kuningan Suites, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Beberapa macam makanan yang dipercaya menjadi makanan sehat nyatanya memiliki kandungan gula tersembunyi. Contohnya makanan olahan seperti sereal, biscuit, roti gandum, granola sampai agar-agar. Diluar itu, beberapa macam minuman pun memiliki kandungan gula tersembunyi seperti minuman isotonik, minuman diet, susu kacang, susu almond, susu beras, smoothies, yogurt sampai juice buah.

“Almond milk mengandung 10,5 gram gula, yogurt 1 sajian 20 gram gula, puding ada gulanya, pake fla, susu kental manis 1 porsi itu mengandung 22 gram gula, jus buah 20 gram. Kudapan, protein bar dalam 1 sajian mengandung 7—9 gram gula. Sereal sama susu 1 mangkok aja udah hampir 23 gram. Granola yang makanan hits itu kandungan gulanya tinggi, per saji 10-20 gram. Tapi orang Indonesia mikir itu sehat jadi makan dan minum sebanyak-banyaknya,” kata dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK selaku spesialis gizi klinik.

Oleh karenanya, mengingat tingginya jumlahnya kandungan gula, penduduk dianjurkan tidak langsung meyakini jika makanan yang dikonsumsi tidak memiliki kandungan gula tersembunyi cuma sebab mempunyai perasaan yang tidak manis. Masalahnya mengkonsumsi gula berlebihan dapat mengakibatkan beberapa jenis permasalahan kesehatan. Tidak cuma gigi berlubang akan tetapi pun kegemukan, diabetes, desakan darah tinggi, cholesterol sampai glukosa darah naik.

“Jangan takut sama gula. Selagi masih dalam batas aman itu nggak apa-apa. Makannya kita harus jadi masyarakat yang cerdas, pilih bahan makanan sehat. Kita sebagai konsumen harus smart, kalo kita beli makanan ada nutrisi fact harus diliat sugar fact-nya. Tapi yang susah itu kalo yang nggak tercatat kaya makan nasi,” tutur dr Diana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*